( Gumiwang 29/5/2024 )- Stunting adalah kondisi yang ditandai dengan kurangnya tinggi badan anak apabila dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Sederhananya, stunting merupakan sebutan bagi gangguan pertumbuhan pada anak. Penyebab utama dari stunting adalah malnutrisi pada ibu hamil dan kurangnya asupan nutrisi selama masa pertumbuhan anak. Banyak yang tidak menyadari bahwa tinggi pendeknya anak bisa menjadi tanda adanya masalah gizi kronis. Perlu diingat bahwa anak pendek belum tentu mengalami stunting. Namun anak yang mengidap kondisi ini pasti berperawakan pendek. Anak dengan asupan gizi terbatas sejak kecil dan telah berlangsung lama berisiko mengalami pertumbuhan yang terhambat. Menurut WHO, suatu negara dikatakan memiliki masalah stunting bila kasusnya mencapai angka di atas 20%. Sementara, di Indonesia, berdasarkan data Kemenkes pada tahun 2021, kasus balita stunting di Indonesia sebanyak 24,4% sehingga termasuk dalam masalah yang perlu ditangani.
Rabu, 29 Mei 2024, Pemerintah Desa Gumiwang bersama Puskesmas I Sukoharjo, Bidan Desa Gumiwang, Kader Posyandu dan TP PKK Desa Gumiwang, melaksanakan "REMBUG STUNTING" untuk mengurangi anak stunting di Desa Gumiwang,
dikutip dari laman web jatengprov.go.id
"Albar menjelaskan, Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada 2022 mencatat prevalensi stunting di Indonesia masih sebesar 21,6 persen. Di Wonosobo, berdasarkan sistem elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-PPGBM), pada tahun 2023, prevalensi balita stunting masih sebesar 17,12 persen".
Peran Pemerintah Desa yaitu :
Faktor Penyebab Stunting yaitu :
1. Kurangnya Asupan Gizi pada Ibu Selama Hamil
Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa sekitar 20% kasus stunting terjadi sejak anak berada dalam kandungan. Hal ini dapat terjadi akibat makanan yang dikonsumsi ibu selama hamil kurang bergizi sehingga janin tidak mendapatkan cukup nutrisi. Akhirnya, pertumbuhan janin dalam kandungan mulai mengalami hambatan dan terus berlangsung hingga setelah kelahiran. Maka dari itu, penting memastikan ibu mengonsumsi .
2. Kebutuhan Nutrisi Anak Tidak Tercukupi
Kondisi ini bisa terjadi setelah kelahiran, tepatnya di saat anak di bawah usia dua tahun namun kebutuhan asupan gizinya tidak terpenuhi. Asupan yang dibutuhkan tersebut meliputi ASI dan MPASI (makanan pendamping ASI). Selain itu, kurangnya asupan makanan juga bisa menjadi salah satu faktor penyebab stunting, khususnya makanan yang kaya akan protein, mineral zinc, serta zat besi yang penting bagi anak di usia balita.
Penyebab Lainnya, selain kurangnya asupan gizi pada ibu hamil dan kebutuhan nutrisi anak yang tidak tercukupi, terdapat beberapa faktor lain yang dapat menjadi penyebab stunting adalah sebagai berikut:
Ciri-Ciri Anak Stunting
Ciri-ciri anak stunting ditandai dengan postur tubuh pendek dan jauh berbeda dengan anak seusianya. Untuk mengetahui lebih jelas, bisa dilihat dari gejala berikut: