(Gumiwang 3/6/2024 )- Posyandu balita adalah merupakan pelayanan kepada balita dan anak dengan melakukan penimbangan agar bisa dipantau pertumbuhan dan perkembangan balita dan anak. Manfaat posyandu balita ialah memberikan layanan kesehatan anak, imunisasi, pemberian makanan tambahan, dan penyuluhan tentang kesehatan.
Bertempat di Dukuh Kandangan Desa Gumiwang, telah melaksanakan Posyandu Balita dan juga Penyuluhan Demam Berdarah ( DBD ) untuk wilayah Dukuh Kandangan Desa Gumiwang pada ( Senin 3/6/2024 ).
Posyandu ini diikuti sebanyak kurang lebih 55 balita untuk wilayah Dukuh Kandangan. Untuk pelayanan kesehatan anak pada Posyandu, dilakukan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pengukuran lingkar kepala anak, deteksi perkembangan anak, pemantauan status imunisasi anak, pemantauan terhadap tindakan orang tua tentang pola asuh yang dilakukan pada anak, pemantauan yang berkaitan dengan permasalahan balita, dan lain sebagainya.
Tujuan utama posyandu adalah mencegah peningkatan angka kematian ibu dan bayi saat kehamilan, persalinan, atau setelahnya melalui pemberdayaan masyarakat. Berbeda dengan puskesmas yang memberikan pelayanan setiap hari, posyandu hanya melayani setidaknya 1 kali dalam sebulan.
1. Kesehatan Ibu dan Anak (KIA):
• Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) atau pil besi, minimal 3 kali pemberian atau 90 TTD
• Immunisasi TT
• Pemeriksaan Kehamilan (minimal 4 kali selama hamil)
2. Gizi
• Pemantauan Pertumbuhan melalui Penimbangan Bulanan
• Pemberian Vitamin A dosis tinggi (pada bulan Vitamin A, yaitu Februari dan Agustus)
• Pemberian Makanan Tambahan (PMT)
3. Immunisasi
4. KB
5. Penanggulangan Diare: Pemberian Oralit dan Pengobatan
Keberhasilan pengelolaan posyandu memerlukan dukungan yang kuat dari berbagai pihak, baik dukungan moril, materil, maupun fnansial. Selain itu diperlukan adanya kerjasama, tekanan dan pengabdian para pengelolanya termasuk kader.
Demam berdarah atau DBD adalah penyakit yang menular melalui nyamuk yang terjadi di daerah tropis dan subtropis di dunia. Gejala DBD yang umum adalah demam tinggi dan gejala seperti flu. Sementara itu, pada DBD yang parah, kondisi ini bisa menyebabkan pendarahan serius, penurunan tekanan darah secara tiba-tiba (syok) dan bahkan kematian. Jutaan kasus infeksi demam berdarah dengue terjadi di seluruh dunia setiap tahunnya. DBD paling sering terjadi di Asia Tenggara, pulau-pulau Pasifik barat, Amerika Latin dan Afrika.
Penyakit ini bisa menyebabkan demam tinggi hingga 40 derajat Celsius. Selain itu, beberapa gejala lainnya, antara lain:
- Sakit kepala.
- Nyeri otot, tulang atau sendi.
- Mual dan muntah.
- Sakit di belakang mata
- Kelenjar bengkak.
- Ruam.
Untuk mencegah penyebaran demam berdarah, diperlukan tindakan pencegahan yang efektif. Salah satu metode yang dianjurkan adalah 3M Plus, yaitu:
a. Menguras: Rutin menguras tempat-tempat penampungan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, seperti bak mandi, vas bunga, dan kaleng bekas. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
b. Menutup: Menutup rapat-rapat tempat penyimpanan air, seperti drum dan tong, agar nyamuk tidak dapat masuk dan bertelur di dalamnya.
c. Mengubur: Mengubur barang-barang bekas yang dapat menampung air, seperti kaleng, botol, dan ban bekas. Dengan mengubur barang-barang tersebut, kita dapat mencegah terjadinya genangan air yang menjadi sarang nyamuk.
d. Menguras: Menguras tempat-tempat yang tidak dapat dihindari dari penumpukan air, seperti bak penampungan air dan kolam renang, minimal seminggu sekali. Hal ini akan mengurangi kemungkinan berkembang biaknya nyamuk.
e. Plus: Menggunakan kelambu saat tidur, memakai pakaian yang menutupi seluruh tubuh, dan menggunakan insektisida atau obat anti-nyamuk yang direkomendasi.