GUMIWANG (13/02/2026) – Sebagai wujud nyata pengabdian masyarakat, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 170 menggelar kegiatan edukasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan di Desa Gumiwang. Berkolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan Wonosobo, kegiatan ini mengusung tema "Kerja Aman, Hidup Nyaman" yang menyasar para pekerja sektor informal seperti petani.
Inisiatif dari mahasiswa KKN UNS 170 ini diwujudkan dalam bentuk seminar interaktif di balai desa. Melalui metode presentasi, diskusi terbuka, hingga layanan konsultasi langsung, para mahasiswa ingin memastikan warga Desa Gumiwang tidak hanya mendapatkan informasi secara pasif, tetapi juga memahami cara kerja dan manfaat perlindungan sosial dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Hadir sebagai pemateri utama, Rajif Ramonasani selaku Staff Khusus Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan Wonosobo, memaparkan secara komprehensif mengenai tiga program utama: Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Hari Tua (JHT).
"Melalui program JKK, jika terjadi risiko saat bekerja, seluruh biaya pengobatan akan ditanggung penuh tanpa batas biaya sesuai kebutuhan medis, mulai dari perawatan di rumah sakit hingga rehabilitasi," jelas Rajif. Ia juga menambahkan bahwa untuk Jaminan Kematian, ahli waris berhak menerima santunan sebesar Rp42 juta.
Untuk memberikan pemahaman yang lebih nyata, Rajif didampingi mahasiswa KKN UNS 170 memaparkan studi kasus tentang petani yang mengalami cedera alat tani. Simulasi ini menunjukkan betapa pentingnya perlindungan finansial saat pekerja harus kehilangan penghasilan sementara akibat masa penyembuhan.
Selain edukasi, materi juga disampaikan dengan ilustrasi biaya yang sangat terjangkau. Bagi pekerja Bukan Penerima Upah (BPU), iuran untuk program JKK dan JKM dimulai hanya dari Rp16.800 per bulan. Angka ini dinilai sangat rasional jika dibandingkan dengan manfaat perlindungan yang mencapai puluhan juta rupiah.
Kegiatan yang diinisiasi oleh kelompok KKN UNS 170 ini ditutup dengan sesi tanya jawab yang antusias serta layanan pendaftaran langsung di lokasi. Langkah ini diharapkan mampu mendorong kemandirian warga Desa Gumiwang dalam memproteksi diri dari risiko kerja, sehingga mereka dapat bekerja dengan perasaan tenang dan nyaman.
sumber artikel : KKN UNS 170